Hilangnya Tradisi Intelektual: Ancaman Serius bagi Mahasiswa

  • Apr 01, 2024
Blog Images

Oleh: Foury Abdurrahman Naufal Bariq

Pentingnya tradisi intelektual khususnya dalam bentuk membaca dan berdiskusi, tidak bisa diabaikan dalam konteks mahasiswa. Kehilangan minat terhadap kegiatan ini dapat membawa dampak serius terhadap jiwa kemahasiswaan dan sudah dapat dipastikan merugikan tidak hanya pada aspek sisi intelektual tetapi juga berpengaruh kepada dimensi sosial dan kritis.  Selain itu, tradisi membaca dan berdiskusi bukan hanya sekedar tradisi intelektual, melainkan juga sebagai fondasi untuk menumbuhkan jiwa keberanian mahasiswa untuk mengambil tindakan dan peka terhadap isu-isu sosial. Ketiadaan aktivitas ini menciptakan mahasiswa yang tidak memiliki nalar berpikir kritis, suatu elemen penting dalam peran mereka sebagai penggerak sosial.

Mahasiswa sebagai agen perubahan sosial harus mampu menganalisis, menyusun, dan mengkomunikasikan ide-ide secara kolektif. Hilangnya tradisi intelektual berakibat terhadap hilangnya kepekaan terhadap isu-isu sosial sehingga hal ini dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk mengambil peran dalam bentuk aksi dan kontribusi dalam upaya pemecahan masalah di isu-isu sosial.

Tidak hanya itu, hilangnya tradisi ini juga mengakibatkan kehidupan mahasiswa menjadi sunyi. Tradisi keberanian untuk beraksi, melontarkan ide-ide, dan berdiskusi secara terbuka yang dapat membangun jaringan sosial dan komunitas yang erat di kalangan mahasiswa, sehingga hilangnya tradisi ini menciptakan kehampaan di tengah-tengah lingkungan kampus. Kembali kepada akar tradisi intelektual adalah langkah penting. Mahasiswa perlu memahami bahwa membaca dan berdiskusi bukan hanya sekedar kewajiban akademis, melainkan fondasi perubahan dan pertumbuhan. Hanya dengan kembalinya semangat ini, mahasiswa dapat menghidupkan kembali jiwa kemahasiswaan yang berani dan peka terhadap dinamika sosial.